MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP
INVESTIGATION
A.
Latar Belakang Masalah
Pendidikan
berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga,
masyarakat, dan pemerintah
Salah satu usaha untuk merealisasikan tujuan
pendidikan nasional adalah melalui pendidikan formal yang diwujudkan dalam
kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah, baik dari tingkat TK, SD
sampai Perguruan Tinggi.Pencapaian tujuan belajar merupakan muara dari seluruh aktivitas pembelajaran. Agar tujuan
belajar dapat tercapai sebagaimana diharapkan, maka guru hendaknya
memperhatikan secara cermat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi atau
menentukan ketercapaian tujuan belajar sehingga semua potensi yang ada dapat
didayakan secara optimal untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Dengan belajar Biologi maka diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir
analitis,
induktif, dan deduktif. Untuk mensukseskan tujuan tersebut maka guru harus mampu memilih
dan menerapkan model, metode atau
strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi sehingga mampu
mengembangkan daya nalar siswa secara optimal.
Guru yang mengajar di
kelas umumnya menerapkan metode ceramah, ketika guru menyampaikan materi, hanya
beberapa siswa yang memperhatikan. Dan pada saat guru selesai menyampaikan
materi, hanya satu atau dua siswa yang merespon untuk bertanya maupun untuk
berargumen, yang lainnya hanya pasif. Rendahnya respon juga berdampak pada
hasil belajar siswa yang tidak tercapai secara maksimal sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Berdasarkan
permasalahan tersebut, maka pemilihan model pembelajaran yang
sesuai dengan kebutuhan dan keadaan siswa perlu dipilih dan diterapkan untuk
mampu meningkatkan hasil belajar dan menumbuhkan respon positif siswa. Dalam tulisan ini, penulis
mencoba membahas
tentang salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu tipe Group Investigasi.
B.
Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentuk
pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok kecil secara
kolaboratif. Dalam model ini siswa memiliki 2 tanggung jawab yaitu mereka
belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk
belajar. Pembelajaran kooperatif dapat dijelaskan dalam beberapa persfektif
yaitu
1. Perspektif motivasi
: penghargaan yang diberikan kepada kelompok yang dalam kegiatannya saling
membantu untuk memperjuangkan keberhasilan kelompok.
2. Perspektif sosial :
melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar karena
mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan.
3. Perspektif
perkembangan kognitif : dengan adanya interaksi antara anggota kelompok dapat
mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai informasi
(Sanjaya, 2006:242)
C.
Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Tahapan-tahapan
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI Enam Tahapan Kemajuan Siswa di dalam Pembelajaran
Kooperatif dengan Metode Group Investigation
Tahap
I.Mengidentifikasi topik dan membagi siswa ke dalam kelompok.
|
Guru memberikan
kesempatan bagi siswa untuk memberi kontribusi apa yang akan mereka selidiki.
Kelompok dibentuk berdasarkan heterogenitas.
|
Tahap
II.Merencanakan tugas.
|
Kelompok akan membagi sub
topik kepada seluruh anggota. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang
akan diteliti, bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai.
|
Tahap
III. Melaksanakan investigasi.
|
Siswa mengumpulkan,
menganalisis dan mengevaluasi informasi, membuat kesimpulan dan
mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai solusi
masalah kelompok.
|
Tahap
IV. Mempersiapkan tugas akhir.
|
Setiap kelompok
mempersiapkan tugas akhir yang akan
dipresentasikan di depan kelas.
|
Tahap
V Mempresentasikan tugas akhir.
|
Siswa mempresentasikan hasil kerjanya.
Kelompok lain tetap mengikuti.
|
Tahap
VI Evaluasi.
|
Soal ulangan mencakup
seluruh topik yang telah diselidiki dan dipresentasikan.
|
Pembelajaran kooperatif dengan tipe
Group Investigation mempunyai strategi yang sangat ideal sebab pada tahapan
investigasi setiap anggota kelompok berusaha mencari informasi dari berbagai
sumber untuk menyelesaikan tugas kelompok dan membuat laporan ilmiah .
. D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilaksanakan oleh penulis , maka dapat disimpulkan beberapa hal
sebagai berikut :
1. Aktivitas
belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI)
dapat meningkatkan hasil belajar Biologi pada siswa kelas XA SMA Negeri 2
Samarinda. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada
siklus I rata-rata 78,1. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar pada siklus II
meningkat menjadi 81,7, yang tergolong dalam kualifikasi baik dan sudah
memenuhi KKM.
2.Penerapan
model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dapat menumbuhkan respon positif siswa kelas XA SMA
Negeri 2 Samarinda dalam pelajaran Biologi. Hal ini dapat dilihat dari adanya
peningkatan respon siswa pada setiap siklusnya. Pada siklus I diperoleh respon
rata-rata dan meningkat pada siklus II
menjadi rata-rata dengan kriteria respon positif.
Sumber : Penelitian Tindakan kelas ; Peningkatan Hasil Belajar Biologi Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation, disusun oleh Sitti Rosmah,S.Si